Selasa, 06 September 2016

Istilah Debt Equity Ratio (DER)



Untuk menjalankan operasional dan ekspansinya perusahaan didanai berasal dari dua sumber, yaitu berasal dari pinjaman/hutang dan berasal dari modal saham dan atau laba ditahan. Modal saham dan laba ditahan disebut juga sebagai equitas. Pinjaman/hutang bisa berasal dari pemasok yang menjual barangnya secara kredit, pemberi pinjaman seperti bank, dan obligasi yang diterbitkan perusahaan.
 
Kedua sumber pendanaan tersebut akan digunakan perusahaan untuk membeli atau menaikan assetnya, kemudian dari asset tersebut akan digunakan untuk mendanai kegiatan operasional atau modal kerjanya dan ekspansi.
 
Debt to Equity Ratio (DER) mengukur berapa besar perbandingan antara hutang/kewajiban terhadap equitas. Formula Debt to Equity Ratio (DER) bisa digambarkan sebagai berikut :
 
Debt Equity Ratio = Total hutang / Total Equitas.
 
Contoh, ketika perusahaan memiliki total hutang/kewajiban sebesar Rp 600.000,- dan total equitasnya Rp 200.000,- maka Debt to Equity Rationya 300%, artinya total asset perusahaan didanai sebagian besar berasal dari pinjaman atau hutang dan ini memiliki resiko keuangan yang tinggi.
 
Dalam pemilihan saham, saya sendiri akan memilih perusahaan yang memiliki Debt to Equity Ratio kurang dari 100%, hal ini karena pendapatan dan pertumbuhan perusahaan tersebut bisa dimaksimalkan untuk pemegang sahamnya. Karena dengan perusahaan yang memiliki Debt to Equity Ratio lebih dari 100%, maka pendapatan perusahaan akan terbebani dengan biaya bunga ke pemberi pinjaman dan arus kas juga akan dipakai untuk membayar pokok pinjaman dan bunganya, sehingga pemegang saham menjadi prioritas terakhir dalam penentuan besarnya deviden yang akan dibagikan.
 
Selain alasan diatas perusahaan yang memiliki Debt to Equity Ratio yang tinggi sangat berisiko gagal bayar pada saat hutangnya jatuh tempo, hal ini mungkin bisa menyebabkan kebangkrutan. Sebagai pemegang saham tentu akan mendapat prioritas terakhir setelah semua asetnya digunakan untuk membayar hutangnya.  Baca juga pengertian saham
 
Tentu saja untuk menentukan besar atau kecilnya Debt to Equity Ratio anda harus membandingkan dengan perusahaan dalam sector atau industry yang sama. Sehingga memperoleh gambaran mengenai normalnya ratio hutang terhadap equitas diperusahaan yang sedang dianalisis sahamnya.
 
 
 
 
 
 

Tidak ada komentar:

Posting Komentar